Langsung ke isi
inomn.CATATAN KECIL TENTANG BULAN
Misi

MISI / 05

Artemis dan
jasa antar ke Bulan.

Babak baru perjalanan ke Bulan: penerbangan Artemis, pendarat buatan perusahaan, dan kutub selatan sebagai sasaran.

SUMBER TERCANTUM DI BAWAH

Artemis, selangkah demi selangkah

Artemis I adalah uji terbang pertama roket Space Launch System, wahana Orion, dan sistem pendukung di darat. Roket lepas landas pada 16 November 2022 dari Kennedy Space Center, mengitari Bulan, lalu kembali ke Bumi. Penerbangan itu berlangsung 25 hari 10 jam 53 menit dan berakhir dengan pendaratan di laut pada 11 Desember 2022. Menurut NASA, sistem Orion diuji tanpa astronaut dan tanpa sistem penunjang kehidupan yang direncanakan untuk misi berawak berikutnya.

Keberhasilan itu membuka jalan bagi Artemis II. Pada April 2026, empat astronaut terbang mengelilingi Bulan dalam perjalanan yang hampir sepuluh hari lamanya. Ini penerbangan berawak pertama Orion. Awaknya adalah Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, bersama Jeremy Hansen dari badan antariksa Kanada. NASA mencatat mereka menempuh jarak 252.756 mil, kira-kira 406.800 kilometer, dari Bumi — jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia.

Langkah berikutnya masih dijadwalkan, bukan sudah terjadi. Menurut NASA, misi Artemis III pada 2027 akan menguji kemampuan bertemu dan merapat dengan model uji pendarat berawak di orbit rendah Bumi, sebelum manusia kembali menjejak permukaan Bulan pada 2028. Jadwal penerbangan yang belum dilaksanakan sering bergeser, jadi tanggal seperti ini sebaiknya dibaca sebagai rencana.

Roket Artemis I lepas landas pada malam hari
Peluncuran Artemis I, 16 November 2022. NASA/Joel Kowsky

Menumpang pendarat buatan perusahaan

Tidak semua yang dikirim ke Bulan harus dibuat NASA sendiri. Lewat program Commercial Lunar Payload Services atau CLPS, NASA membeli jasa pengantaran: perusahaan yang menyiapkan roket, pendarat, dan pengoperasiannya, lalu alat ilmiah NASA menumpang di dalamnya. Satu kontrak mencakup seluruh rantai kerja, dari pemasangan muatan sampai pendaratan di permukaan Bulan.

Nilai gabungan kontrak CLPS dibatasi paling tinggi 2,6 miliar dolar AS hingga November 2028. Sampai kini NASA sudah memesan 17 pengantaran ke Bulan pada lima perusahaan, untuk membawa lebih dari 60 muatan. NASA menyebut pendekatan ini terjangkau dan bermanfaat, dan memakainya untuk menguji teknologi yang berguna bagi misi berawak berikutnya.

Ada harga yang dibayar untuk kecepatan itu. NASA menyatakan secara terbuka bahwa dengan pendekatan ini badan tersebut menerima kemungkinan sebagian misi gagal. Beberapa pendarat memang tidak berjalan sesuai rencana, dan hasilnya tetap dicatat sebagai bahan belajar.

Tiga kali mencoba mendarat

Odysseus, pendarat Nova-C buatan Intuitive Machines, diluncurkan pada 15 Februari 2024. Wahana setinggi 4 meter dengan massa peluncuran 1.908 kilogram itu membawa lima muatan NASA dan sejumlah muatan komersial. Ia menyentuh permukaan di kawah Malapert A dekat kutub selatan pada 22 Februari 2024, kira-kira 1,5 kilometer dari titik yang direncanakan, di dalam kawah selebar 1 kilometer dengan kemiringan sekitar 12 derajat.

Sebagian kaki pendaratnya patah saat menyentuh tanah. Odysseus berhenti dalam posisi miring 30 derajat terhadap bidang datar, namun tetap berfungsi dan sempat mengirim sebagian data. Sinar Matahari di lokasi itu makin redup, dan wahana dimatikan pada 28 Februari. Pada hari Bulan berikutnya tidak ada lagi sinyal yang diterima, dan misinya dinyatakan berakhir.

Blue Ghost Mission 1 buatan Firefly Aerospace mendarat pada 2 Maret 2025 di Mare Crisium, membawa sepuluh muatan ilmiah NASA ke permukaan. Empat hari kemudian, pada 6 Maret 2025, pendarat Athena milik Intuitive Machines turun di kawasan Mons Mouton dekat kutub selatan. Athena terguling dan dinyatakan mati setelah mendarat di dalam sebuah kawah.

Kenapa kutub selatan yang dituju

Di dekat kutub ada dasar kawah yang tidak pernah tersentuh sinar Matahari langsung. Untuk memeriksa apakah ada es air di sana, misi LCROSS pada 2009 sengaja menabrakkan roket bekasnya ke kawah Cabeus di kutub selatan, lalu mengamati debu yang terlempar. Menurut NASA, tabrakan itu mengangkat bahan yang mungkin tidak pernah terkena sinar Matahari langsung selama miliaran tahun.

Hasilnya diumumkan NASA pada November 2009: data LCROSS menunjukkan misi itu berhasil menemukan air di dekat kutub selatan Bulan. Pengamatan lanjutan menyimpulkan bahwa di sebagian tempat airnya berbentuk kristal es yang hampir murni, dan bahwa tanah di kawah gelap itu kaya bahan yang berguna. NASA juga mencatat kadar es air yang tinggi di daerah kutub Bulan yang selalu berada dalam bayangan.

Karena itu pendarat masa kini kembali ke sana. Athena membawa bor bernama TRIDENT, bagian dari percobaan PRIME-1, yang dirancang mengebor tanah Bulan, mengangkat esnya ke permukaan, lalu mengukur berapa banyak yang hilang karena menyublim di ruang hampa. Sasarannya kawasan Mons Mouton, sekitar 100 mil atau kira-kira 160 kilometer dari kutub selatan.

Buat tugas sekolah

Poin kunci

  • Artemis I terbang tanpa awak pada 16 November 2022 dan kembali pada 11 Desember 2022.
  • Artemis II membawa empat astronaut mengitari Bulan pada April 2026.
  • Program CLPS membeli jasa perusahaan untuk mengantar alat ilmiah NASA ke permukaan Bulan.
  • Kutub selatan dituju karena kawah yang selalu gelap di sana menyimpan es air berkadar tinggi.

Istilah

CLPS
Commercial Lunar Payload Services, program NASA yang membeli jasa pengantaran muatan ke Bulan dari perusahaan.
Kawah bayangan abadi
Dasar kawah dekat kutub Bulan yang tidak pernah terkena sinar Matahari langsung, sehingga sangat dingin.
Orion
Wahana berawak NASA yang dipakai pada penerbangan Artemis, diuji tanpa awak sebelum membawa manusia.

Cara mengutip halaman ini

inomn. “Kembali ke Bulan”. inomn.kosmonologue.id/misi/kembali-ke-bulan/. Diakses pada tanggal kamu membacanya.

Untuk tugas yang dinilai, sebaiknya periksa juga sumber aslinya di bawah.

Sumber