Kenapa arahnya berbeda
Bulan tidak berubah. Yang berubah adalah posisi kita sebagai pengamat di permukaan bola Bumi. Di Jakarta, "atas" menunjuk arah yang berbeda dibandingkan "atas" di London.
Bagian Bulan yang terang selalu menghadap Matahari. Ketika Matahari berada tepat di bawah cakrawala barat, sabit yang menyusulnya tampak menghadap ke bawah, seperti mangkuk. Ketika Matahari terbenam menyerong, sabit ikut miring.
Khatulistiwa dan lintang tinggi
Di dekat khatulistiwa, jalur harian Matahari dan Bulan hampir tegak lurus terhadap cakrawala. Akibatnya bagian terang Bulan sering berada di sisi bawah, dan sabit terlihat seperti perahu atau senyuman.
Semakin jauh dari khatulistiwa, jalur itu semakin menyerong, sehingga sabit ikut berdiri. Gambar sabit tegak pada banyak buku dan lambang berasal dari pengamatan di lintang menengah.
Cara membaca sabit
Karena bagian terang menunjuk Matahari, sabit bisa dipakai sebagai petunjuk sederhana. Sabit tipis yang terlihat sesaat setelah magrib pasti berada tidak jauh dari tempat Matahari baru saja tenggelam.
Hal yang sama berlaku pada sabit tua yang muncul menjelang subuh: bagian terangnya menghadap ke arah Matahari yang sebentar lagi terbit.
Buat tugas sekolah
Poin kunci
- Sisi Bulan yang terang selalu menghadap Matahari.
- Kemiringan sabit yang terlihat bergantung pada lintang pengamat.
- Di dekat khatulistiwa sabit tampak mendatar, di lintang tinggi tampak tegak.
- Arah sabit dapat dipakai untuk memperkirakan posisi Matahari yang sudah terbenam.
Istilah
- Lintang
- Jarak sudut sebuah tempat dari khatulistiwa, ke utara atau ke selatan.
- Cakrawala
- Garis batas antara langit dan bumi yang terlihat oleh pengamat.
Cara mengutip halaman ini
inomn. “Sabit yang Tersenyum”. inomn.kosmonologue.id/fenomena/sabit-khatulistiwa/. Diakses pada tanggal kamu membacanya.
Untuk tugas yang dinilai, sebaiknya periksa juga sumber aslinya di bawah.
Sumber
- Moon Phases NASA Science
- Moon Facts NASA Science