Beberapa gagasan, satu yang bertahan
Sebelum ada contoh batuan, orang mengajukan dua kemungkinan besar: Bulan terbentuk berdampingan dengan Bumi dari puing yang sama, atau Bulan adalah benda asing yang tertangkap gravitasi Bumi saat melintas. Keduanya ditinggalkan setelah misi Apollo pulang membawa data dan 382 kilogram contoh batuan Bulan.
Susunan isotop oksigen batuan itu terlalu mirip dengan batuan Bumi untuk disebut kebetulan. Di sisi lain, Bulan jauh lebih miskin besi: inti Bumi sekitar 30 persen dari massanya, sedangkan inti Bulan hanya sekitar 1,6–1,8 persen. Umur contoh batuan menunjukkan Bulan terbentuk sekitar 60 juta tahun setelah Tata Surya mulai terbentuk.
Hipotesis tumbukan raksasa kini menjadi penjelasan utama, meski rinciannya masih diteliti. NASA sendiri menulis penumbuknya mungkin satu benda seukuran Mars, mungkin pula sederet benda.
Apa yang terjadi sesudah tumbukan
Berapa lama puing itu berkumpul masih diperdebatkan. Satu simulasi NASA bersama Durham University bahkan menghasilkan Bulan dalam hitungan jam, ketika bahan dari Bumi dan dari benda seukuran Mars terlempar langsung ke orbit setelah tumbukan.
Energi tumbukan membuat Bulan muda sangat panas. Bagian luarnya diperkirakan tertutup lautan magma yang dalam selama puluhan hingga ratusan juta tahun. Ketika mendingin, mineral yang lebih ringan mengapung ke atas lalu membeku; contoh batuan Apollo bernomor 60639 diduga terbentuk begitu dan menjadi bagian kerak pertama Bulan sekitar 4,4 miliar tahun lalu.
Kerak terang itulah yang sekarang kita lihat sebagai dataran tinggi. Mare datang jauh kemudian: cekungan besar yang terisi lava antara 4,2 dan 1,2 miliar tahun lalu.
Kenapa ini penting
Di Bumi, lempeng tektonik dan erosi menghapus jejak masa pembentukan. Kecuali oleh peristiwa seperti tumbukan, permukaan Bulan berubah jauh lebih lambat, sehingga catatan masa awal Tata Surya masih tersimpan di sana.
Karena itu setiap contoh batuan baru — dari Apollo maupun dari misi yang lebih baru — masih dapat mengubah rincian ceritanya. Pertanyaan yang belum selesai antara lain seberapa besar penumbuknya dan mengapa Bulan begitu miskin unsur yang mudah menguap.
Buat tugas sekolah
Poin kunci
- Hipotesis tumbukan raksasa adalah penjelasan yang paling didukung bukti.
- Batuan Apollo menunjukkan kemiripan susunan dengan bahan penyusun Bumi.
- Bulan diperkirakan terbentuk sekitar 60 juta tahun setelah Tata Surya mulai terbentuk.
- Kerak terang Bulan diduga terbentuk dari lautan magma yang mendingin.
Istilah
- Hipotesis tumbukan raksasa
- Gagasan bahwa Bulan terbentuk dari puing tabrakan Bumi muda dengan sebuah benda seukuran Mars, atau dengan sederet benda.
- Lautan magma
- Lapisan batuan cair yang diduga menyelimuti Bulan muda sebelum mendingin.
- Isotop
- Varian sebuah unsur yang dipakai peneliti sebagai sidik jari asal-usul batuan.
Cara mengutip halaman ini
inomn. “Dari Mana Bulan Datang”. inomn.kosmonologue.id/geologi/asal-usul-bulan/. Diakses pada tanggal kamu membacanya.
Untuk tugas yang dinilai, sebaiknya periksa juga sumber aslinya di bawah.
Sumber
- How Did the Moon Form? NASA Science
- Moon Facts NASA Science
- The Apollo Program NASA