Urutan yang masuk akal
Pendaratan berawak bukan langkah pertama. Sebelum ada manusia yang turun ke permukaan Bulan, ada pertanyaan yang lebih sederhana dan harus dijawab lebih dulu: bisakah sebuah wahana diarahkan ke Bulan, seperti apa permukaannya bila dilihat dari dekat, dan apakah tanahnya sanggup menahan beban.
Antara 1959 dan 1966, dua negara mengirim wahana tanpa awak satu demi satu. Kronologi misi Bulan yang dikelola NSSDCA mencatat puluhan peluncuran pada rentang itu: lintasan dekat, penumbuk, pendarat, dan pengorbit. Setiap jenis misi menjawab satu bagian dari pertanyaan yang sama.
Kegagalan adalah bagian dari daftar itu. Kronologi yang sama menandai Ranger 1, Ranger 2, Ranger 3, dan Ranger 5 sebagai percobaan, begitu pula Luna 6, Explorer 33, dan Surveyor 2. Misi yang berhasil dibangun di atas penerbangan yang gagal lebih dulu.
Mengenai sasaran, lalu menengok sisi jauh
Kronologi NSSDCA itu dibuka oleh Luna 1 pada 2 Januari 1959, dan mencatat hasilnya sebagai lintasan dekat. Bukan berarti sebelumnya tidak ada yang mencoba: katalog NSSDCA mencatat Pioneer 1, wahana pertama yang diluncurkan NASA, berangkat pada 1958 untuk mengukur radiasi di sekitar Bumi dan di orbit Bulan, tetapi roketnya bermasalah dan wahana itu tidak pernah mencapai Bulan. Label lintasan dekat pada Luna 1 pun menggambarkan hasilnya, bukan rencananya; catatan NSSDCA menyebut Luna 1 diduga diarahkan untuk menumbuk Bulan, lalu meleset.
Pada 12 September 1959 Luna 2 diluncurkan. Sinyal radionya berhenti mendadak pada 13 September pukul 21:02:23 UT, tanda bahwa wahana itu telah menumbuk Bulan. Itulah kali pertama sebuah benda buatan manusia menyentuh benda langit lain, dan artinya lintasan menuju Bulan sudah bisa dihitung cukup teliti untuk mengenai sasaran sebesar itu.
Kurang dari sebulan kemudian, 4 Oktober 1959, Luna 3 berangkat dan memotret sisi jauh Bulan untuk pertama kalinya. Kameranya membawa 40 bingkai film 35 milimeter; 29 foto diambil dan menutupi sekitar 70 persen sisi jauh. Film dicuci dan dikeringkan di dalam wahana, lalu dipindai dan dikirim sebagai sinyal radio. Sampai 18 Oktober hanya 17 foto yang cukup terbaca, dan foto-foto itu memperlihatkan medan bergunung yang sangat berbeda dari sisi dekat.
Memotret sampai detik terakhir
Amerika Serikat menempuh jalan lain, dan rangkaian Ranger tidak seragam. Ranger 3, Ranger 4, dan Ranger 5 adalah versi Block II: wahananya membawa kapsul seismometer yang dirancang mendarat kasar di Bulan pada 130 sampai 160 kilometer per jam, dibungkus peredam kayu balsa berdiameter 65 sentimeter. Rancangan itu tidak sempat dibuktikan Ranger 3 sendiri, karena rangkaian kegagalan membuat wahana itu meleset dari Bulan sejauh sekitar 36.800 kilometer.
Ranger 6 sampai Ranger 9, yang disebut versi Block 3, dirancang berbeda: bukan untuk mendarat, melainkan untuk mengikuti lintasan tumbukan sambil memotret sampai saat terakhir. Ranger 7 mencapai Bulan pada 31 Juli 1964. Foto pertamanya diambil dari ketinggian 2.110 kilometer, lalu 4.308 foto dikirim selama 17 menit terakhir penerbangan. Wahana itu menumbuk daerah antara Mare Nubium (Laut Awan) dan Oceanus Procellarum (Samudra Badai) pada kecepatan 2,62 kilometer per detik; daerah itu kemudian dinamai Mare Cognitum. Foto terakhir sebelum tumbukan memperlihatkan detail sebesar 0,5 meter.
Pada ketelitian seperti itu, batu dan kawah kecil yang tidak terlihat dari Bumi menjadi jelas. Informasi semacam itu dibutuhkan siapa pun yang kelak harus memilih tempat mendarat. Seluruh seri Ranger, dari Ranger 1 sampai Ranger 9, menelan biaya sekitar 170 juta dolar AS.
Apakah tanahnya sanggup dipijak
Pertanyaan berikutnya tidak bisa dijawab dengan foto dari jauh. Luna 9 diluncurkan 31 Januari 1966 dan mendarat di Oceanus Procellarum pada 3 Februari 1966. Kapsulnya dilepas sekitar lima meter di atas tanah, menyentuh permukaan pada 22 kilometer per jam, memantul beberapa kali, lalu berhenti. Sekitar 250 detik kemudian empat kelopak di bagian atasnya membuka dan menegakkan wahana.
Luna 9 menjadi wahana pertama yang melakukan pendaratan lunak dan mengirim foto dari permukaan Bulan. Hasilnya menjawab satu kekhawatiran lama. Sebagian model memperkirakan permukaan Bulan berupa lapisan debu lepas yang akan menelan benda yang mendarat; Luna 9 menunjukkan permukaan itu sanggup menahan bobot sebuah pendarat. Panoramanya memperlihatkan batu-batu di dekatnya dan garis cakrawala sejauh 1,4 kilometer.
Surveyor 1, pendarat lunak Amerika yang pertama, menyusul pada 2 Juni 1966. Mesinnya dimatikan 3,4 meter di atas permukaan dan wahana jatuh bebas, menyentuh tanah pada sekitar tiga meter per detik. Program Surveyor, tujuh penerbangan pendarat lunak, disiapkan untuk mendukung rencana pendaratan berawak Apollo dengan tiga tujuan: mengembangkan dan menguji teknologi pendaratan lunak, menyediakan data tentang kecocokan rancangan Apollo dengan keadaan di permukaan Bulan, dan menambah pengetahuan ilmiah tentang Bulan. Di luar itu Surveyor 1 mengumpulkan data pantulan radar dan daya dukung permukaan. Seluruh program menelan biaya sekitar 469 juta dolar AS.
Buat tugas sekolah
Poin kunci
- Antara 1959 dan 1966, wahana tanpa awak dikirim lebih dulu untuk menjawab pertanyaan dasar tentang Bulan.
- Luna 2 diluncurkan 12 September 1959 dan menumbuk Bulan keesokan harinya, wahana pertama yang mencapai permukaannya; Luna 3 memotret sisi jauh pada Oktober 1959.
- Ranger versi Block 3, yaitu Ranger 6 sampai Ranger 9, dirancang menumbuk sambil memotret; Ranger 7 mengirim 4.308 foto dalam 17 menit terakhir.
- Luna 9 melakukan pendaratan lunak pertama pada Februari 1966, dan Surveyor 1 menyusul pada Juni 1966 sambil mengumpulkan data daya dukung permukaan.
Istilah
- Pendaratan lunak
- Pendaratan dengan kecepatan cukup rendah sehingga wahana tetap utuh dan bisa bekerja di permukaan.
- Sisi jauh Bulan
- Belahan Bulan yang tidak menghadap Bumi dan tidak terlihat dari Bumi dalam keadaan biasa; baru terpotret pada Oktober 1959 oleh Luna 3.
- Daya dukung permukaan
- Ukuran seberapa besar beban yang sanggup ditahan tanah tanpa amblas; salah satu data yang dikumpulkan Surveyor 1.
Cara mengutip halaman ini
inomn. “Luna, Ranger, Surveyor”. inomn.kosmonologue.id/misi/awal-perlombaan/. Diakses pada tanggal kamu membacanya.
Untuk tugas yang dinilai, sebaiknya periksa juga sumber aslinya di bawah.
Sumber
- Lunar Exploration Timeline NASA NSSDCA
- Lunar Impact and Landing Sites NASA NSSDCA
- Pioneer 1 NASA NSSDCA Master Catalog
- Luna 1 NASA NSSDCA Master Catalog
- Luna 2 NASA NSSDCA Master Catalog
- Luna 3 NASA NSSDCA Master Catalog
- Ranger 3 NASA NSSDCA Master Catalog
- Ranger 7 NASA NSSDCA Master Catalog
- Luna 9 NASA NSSDCA Master Catalog
- Surveyor 1 NASA NSSDCA Master Catalog